Belajar dari Cipto Junaedy “tips membeli property tanpa utang”

Cipto Junaedy

Cipto Junaedy adalah pencetus ide strategi beli properti tanpa uang tanpa utangdan tanpa kpr. Lahir di Surabaya, 26 Juni 1974, Cipto telah secara cerdas mampu melihat cara yang tepat untuk membeli properti yang aman. Ide tentunya bukan datang tanpa dasar yang jelas. Apa yang dinyatakan oleh Cipto junaedy sebenarnya berasal dari pengalaman nyata bergelut dalam bidang korporasi, keuangan dan bisnis. Bidang-bidang usaha yang ditanganinya relatif beragam. Diantaranya adalah industri manufaktur, jasa dan perdagangan. Secara spesifik, Cipto adalah spesialis untuk beberapa keahlian bisnis seperti restrukturisasi utang, merger dan akuisisi, penganggaran perusahaan, penaksiran nilai perusahaan, rencana strategis perpajakan, pemotongan(utang), perbankan, belanja modal, rencana keuangan komprehesif strategis, pelaporan perusahaan publik, dan managemen isu pemegang saham. Keahlian-keahlian bisnis ini adalah bukti lain bahwa Cipto junaedy tidak hanya bergelut dengan internal perusahaan saja. Tapi juga berhungan secara langsung dengan para pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Secara langsung, prestasinya yang fenomenal adalah keberhasilannya melakukan pemotongan untuk korporasi sampai 70 persen untuk total utang senilai USD 100 juta.

Hasil ini tidak mungkin bisa diraih jika tidak ada tawaran, negosiasi dan strategi yang luar biasa sebagai pendukung dalam pemotoingan hutang sebesar ini. Jika banyak orang yang hanya berhasil sampai pada tahap penjadwalan kembali pembayaran utang, maka pencapaian Cipto ini bisa dibilang sebagai prestasi yang luar biasa. Alih-alih hanya sekedar menunda jadwal pembayaran utang perusahaan, ayah dari 3 orang anak ini bahkan mampu mendapatkan potongan utang. Prestasi di tingkat korporasi ini juga diikuti dengan keberhasilan aneka merger dan akuisisi perusahaan-perusahaan lainnya. Di dalam prosesnya, properti jelas adalah salah satu yang sering ditanganinya. Properti milik perusahaan ini bisa berupa properti yang secara langsung berkaitan dengan proses produksi maupun properti lainnya yang terkait. Untuk alasan inilah, dalam 10 tahun terakhir, Cipto junaedy bisa terbang sekitar 100 kali pertahun untuk berbagai perjalanan bisnis. Tingginya frekuensi perjalan bisnis ini tentunya meningkatkan pengalamannya sebagai profesional di bidang bisnis.

Tercatat bahwa setidaknya dia 30 kali terbang ke Jepang dalam rangka negosiasi bisnis untuk soal perbankan, manufaktur dan perdagangan. Pengalaman di Jepang ini adalah pembuktian lain dari Cipto. Jepang bagaimanapun juga adalah salah satu pusat ekonomi besar di Asia. Disana sudah pasti banyak profesional kelas dunia yang tentunya membutuhkan pendekatan profesional yang tepat. Dengan tingginya pengalamannya di bidang bisnis, bukan hal yang aneh jika Cipto pada akhirnya bisa mencapai posisi manajemen puncak. Dia pernah menjadi direktur kelompok keuangan. Sebagai seorang direktur, Cipto mengendalikan sekitar 13 perusahaan asing. Perusahaan –perusahaan ini secara umum beraset lebih dari USD 500 juta. Besarnya aset perusahaan-perusahaan ini jelas adalah beban bagi siapapun yang tidak mampu untuk belajar dan berkembang. Namun bagi Cipto, ini adalah tantangan dan sekaligus jalan lain yang bisa membuatnya semakin paham dengan aneka celah dan peluang bisnis. Sebagaimana banyak orang sukses lainnya, keinginannya untuk berbagi cukup besar. Dengan alasan inilah, Cipto telah memulai sejak usia 35 tahun aneka upaya untuk membagikan dan menularkan strategi pembelian properti tanpa utang dan uang. Upaya ini dilandasi dengan harapan bahwa siapapun yang menerapkan strategi pembelian properti ala Cipto bisa benar-benar bisa punya properti tanpa hutang. Utang bisa saja membawa masalah bagi bisnis dan keluarga.

Untuk benar-benar menjabarkan ide soal membeli properti tanpa utang tanpa utang, Cipto menuangkan dalam bentuk buku. Ada beberapa judul buku yang telah diterbitkan oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Buku-bukunya diantaranya yaituStrategi Membeli Banyak Properti Tanpa Uang Tanpa KPR, Nggak Perlu Nunggu Harga Miring(2009); 6 Bulan Bisa Beli Properti KONTAN! Tanpa Uang Tanpa KPR, Nggak Perlu Nunggu Harga Miring (2010); dan Strategi Membeli Bisnis dan Franchise Tanpa Uang tanpa Utang (2011). Untuk buku pertama yang berjudul Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Uang Tanpa KPR, Nggak Perlu Nunggu Harga Miring(2009) , bisa dibilang adalah titik awal yang bagus buat siapa saja yang ingin memulai upaya punya properti sebanyak jumlah minimal anak anda.

Ini adalah ide yang bisa membantu siapa saja yang ingin mempersiapkan properti untuk masa depan anak. Sudah sering muncul di pemberitaan bahwa banyak orang tua yang sukses di masa jayanya ternyata harus menghabiskan banyak waktu untuk soal rumah bagi dirinya sendiri dan juga anak-anaknya. Dengan membaca buku ini setidaknya anda bisa menghindari melakukan kesalahan-kesalahan finansial terkait dengan kepemilikan properti. Sedangkan pada buku ke dua yang berjudul 6 Bulan Bisa Beli Properti KONTAN! Tanpa Uang Tanpa KPR, Nggak Perlu Nunggu Harga Miring (2010), secara praktis anda bisa belajar untuk punya properti setidaknya dalam 6 bulan. Yang namanya sukses jelas butuh waktu. Namun bukan berarti harus menghabiskan waktu bertahun-tahun hanya sekedar untuk melunasi 1 cicilan rumah. Jika 6 bulan sudah bisa membeli properti secara kontan, mengapa tidak. Strategi dalam buku ini bisa diterapkan oleh siapa saja, mulai dari tukang bakso, ibu rumah tangga, pegawai, mahasiswa dan bahkan direktur sekalipun. Siapapun sebenarnya punya kesempatan yang sama untuk punya banyak properti. Dan untuk buku ketiga yang berjudul Strategi Membeli Bisnis dan Franchise Tanpa Uang tanpa Utang (2011), sebenarnya adalah strategi tingkat lanjut bagi siapapun yang tertarik dengan tips dan solusi dari dilema punya bisnis besar tapi punya utang besar. Ada 3 poin besar di sampul buku yang bisa menjadi bahan renungan awal yaitu soal hal-hal yang paling banyak menghabiskan uang dalam bisnis. Siapapun sebenarnya harus berpikir lebih serius tentang beli properti, modal bisnis dan pembelian mobil. Yang menarik, ketiga buku ini bisa masuk ke dalam national bestseller. Dari buku-buku ini bisa dipelajari logika dan strategi yang mendukung Beli Property Tanpa Utang. Semuanya ditulis secara logis dan bisa diterapkan. Inilah alasan mengapa buku-buku ini mendapat sambutan yang baik dari para pembacanya. Kualitas dari buku-buku ini tak perlu diragukan lagi.

Untuk soal strategi finansial, nama Cipto memang bukan satu-satunya yang berkibar. Di Indonesia, nama Robert T Kiyosaki adalah nama yang sering disebut-sebut. Sebagai informasi, Robert Kiyosaki adalah penulis buku terkenal “Rich dad, Poor Dad”. Buku ini sendiri terjual 26juta kopi sejak 1994. Ide-idenya dianggap tokcer. Karena itu bukan hal yang aneh jika idenya kemudian banyak diadopsi oleh berbagai bisnis MLM untuk menambah jaringannya. Namun terlepas dari sukses di bukunya, sebagai pribadi Robert Kiyosaki justru gagal menjalankan bisnisnya. Memang pro-kontra soal apakah dia mengajukan pailit sebagai individu ataupun sebagai entitas bisnis masih bermunculan. Yang jelas adalah kasusnya dengan Learning Annex sudah memaksa Robert Kiyosaki untuk membayar denda senilai 227 miliar. Yang menarik adalah pemikiran mereka berdua sebenarnya relatif berlawanan. Pandangan antara Cipto Junaedy vs Kiyosaki soal utang misalnya sangatlah kontras. Apa yang terjadi pada Kiyosaki sebenarnya adalah konsekuensi dari bisnis yang dibangun dari utang. Membayar utang dari hasil bisnis tidak selalu berjalan mulus.

Dengan rontoknya usaha Robert Kiyosaki ini setidaknya membuktikan salah satu pilar dasar dalam pandangan Cipto Junaedy yaitu soal bahaya utang. Kalau mau objektif sebenarnya utang ada dua jenis. Pertama, utang negatif. Utang jenis ini adalah utang yang ada untuk keperluan yang tidak penting, cenderung foya-foya dan membuang uang. Misalnya untuk mabuk-mabukan, berjudi dan lain sebagainya. Kedua, utang positif. Utang jenis ini adalah utang yang pemakaiannya sudah pasti dan sanggup untuk dibayar. Siapapun yang membeli properti dengan utang sebenarnya termasuk punya utang positif. Hal ini tidak lepas daria adanya kemungkinan untuk membuka usaha sembari melunasi utang. Dari usaha ini, cicilan bisa mulai ditutup. Tanpa harus dihitung dengan rumit, nilai properti pasti akan naik. Dengan logika ini, setidaknya ada beberapa hal yang bisa didapat. Pertama soal cicilan bisa ditutupi dari usaha yang ada di properti yang belum lunas. Kedua, kalaupun sudah lunas dan anda ingin menjualnya, keuntungan untuk propertinya saja bisa berlipat-lipat. Namun harus pula diingat jika pengelolaan uang untuk cicilan dan bisnis ini buruk, bukan tidak mungkin bisnis harus tutup, propertipun akan hilang. Karena itu, sebaik apapun tujuan dari utang, utang tidak tidak selalu baik terutama untuk pembelian properti. Bagi siapapun yang tertarik dengan ide membeli properti tanpa utang, Cipto Junaedy Seminar akan jadi jalan pencerah. Ide ini sebenarnya sudah seringkali dipresentasikan dihadapan banyak orang. Sekitar lebih dari 500.000 orang sudah belajar tentang bagaimana secara praktis menerapkan strategi yang tepat. Seminar ini sendiri bisa dikatakan netral dan bebas kepentingan.

Terbukti dengan tidak adanya sponsor khusus yang mendukung pelaksanaannya. Sebagai mentor, Cipto tidak hanya berteori saja. Beliau juga sudah banyak berhasil mendapatkan aneka properti di dalam dan luar negeri dengan strateginya yang khas. Salah satu rekornya adalah pada Mei 2011, dalam 15 hari, 90 unit apartemen bergengsi di Jakarta berhasil dicaplok. Sudah banyak orang yang mendapatkan manfaat dari strategi properti ala Cipto ini. Berbeda dengan aneka strategi yang dirancang oleh orang asing yang kurang paham kondisi Indonesia, strategi ala Cipto junaedybisa diterapkan oleh siapa pun yang tinggal di Indonesia. Selain itu, seminar ini 100% bukanlah seminar motivasi. Seminar ini lebih menekankan pada strategi. Anda juga tidak perlu khawatir akan diharuskan untuk menjadi member karena seminar ini bukan MLM. Seminar ini juga tidak merekrut agen penjualan. Anda sebagai pribadi di sini adalah investor potensial dalam bidang properti. Meskipun ada buku Cipto yang membahas mengenai franchise, bukan berarti seminar ini akan jadi ajang penawaran bisnis franchise. Anda akan punya kesempatan untuk belajar 28 rahasia beli properti tanpa harus utang maupun “urunan”. Kalaupun anda sudah terlanjur utang untuk membeli properti, anda juga bisa temukan solusinya agar utang ini bisa segera lunas. Sementara itu, anda juga bisa mendapatkan rahasia menaikan nilai rumah tanpa harus memperbaiki fisik bangunan. Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar seminar punya properti tanpa utang dan strategi bisnis lainnya, anda bisa menggunakan akun facebook Bp. Cipto Junaedy mapun melalui twitter Bp Cipto Junaedy sebagai rujukan.

Must Read!!